Sobat Inovatif,
Menggandeng Street smart Driving, SMKN 1 Mas Ubud mengajak peserta didik untuk mengasah kemampuan lifeskill dalam mengemudi khususnya mobil. Bertempat di lab PPLG peserta didik SMKN 1 Mas Ubud diajak ber”simulasi dalam mengendarai mobil. Mekanismenya pun cukup simple, yakni berstatus peserta didik aktif di SMKN 1 Mas Ubud, kemudian datang tepat waktu sesuai jadwal, membawa perbekalan mandiri (minum tumbler dan makan) serta berkomitmen untuk menyelesaiakn pelatihan sampai akhir. Dengan mengikuti mekanisme di atas, peserta didik memperoleh pengalaman berharga dalam meng”update lifesskill dalam berkendara.

“kegiatan ini sangat bagus, saya sangat senang dengan kegiatan ini karena antara teori dan praktiknya seimbang. Saya berharap lifeskill seperti ini (mengemudi mobil) dapat terus terjalin, karena kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh peserta didik dalam menunjang keahlianya di dunia industri”, tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Mas Ubud, Bapak Pande Wayan Meita, S.Pd.

program pelatihan ini berlangsung dari tanggal 7-18 Juli 2025, dengan beberap tahapan. Tahap pertama berlangsung 4 hari dari tanggal 7-10 Juli 2025, peserta didik diberikan materi pada LMS dan simulasi mengemudi seperti pengoprasian control kendaraan, keterampilan mengemudi dasar dan menikung, parkir, manuver dan refleksi. Kemudian, tahap selanjutnya dari tanggal 11-18 juli 2025, peserta didik akan mempraktikan berkendara secara langsung sesuai dengan teori yang dipelajarai selama simulai. Mantap!

Keseruan nampak pada kegiatan ini, karena peserta didik dapat langsung merasakan sensasi berkendara baik secara simulasi maupun langsung. Seperti apa yang diutarakan Kadek Dwita Kirana Aprillia, salah satu peserta Street smart driving menuturkan “saya sangat antusias mengikuti program ini. Kami belajar cara mengoperasikan mobil otomatis dan menguasai kontrol dasarnya. Ini termasuk menghidupkan dan mematikan mesin, menggunakan pemilih transmisi, mengoperasikan pedal gas dan rem, serta menggerakkan mobil ke depan-belakang dan berhenti dengan halus. Saya sangat nyaman dengan pelatihan hari ini, bersama instruktur kami yaitu Kak Kusuma, beliau sangat terampil dan handal di bidangnya, pembawaan materi sangat jelas dan mudah dimengerti, serta kami juga dapat langsung mempraktikkannya menggunakan alat nya langsung. Sebagai penutup, Dwita berharap program ini dapat berlanjut dan terus dikembangkan”.

Mengutip pribahasa, 1 aksi lebih baik dari pada 1000 teori sangat cocok tergambarkan dalam kegiatan ini. Diharapkan keterampilan lifeskill lebih mendapatkan porsi lebih dalam pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas, karena hal-hal sederhana seperti mengoprasikan teknologi, litrasi-numerasi, adaptasi, manajemen waktu manajemen konflik hingga pengelolaan emosi juga dapat dianggat menjadi materi dasar untuk peserta didik terkait lifeskill.
——————————————-
#SMKN1MASUBUD
#KOMPETEN-INOVATIF-SIAPKERJA
PIC-DOC: TIM REDAKSI @STIKMAS