Ada yang Baru Nih!
Kam. Feb 15th, 2024

Oleh Ni Kadek Erawati, S.Pd

SMK Negeri 1 Mas Ubud

Proses pembelajaran yang dilakukan oleh banyak oleh tenaga pendidik saat ini cenderung pada pencapaian materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan proses pembelajaran dalam selalu terpusat pada guru, dengan demikian suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.

Model pembelajaran di kelas yang semu¬la selalu monoton dan terpusat di guru sebagai peran utama dalam proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran dalam arti tercapainya tujuan-tujuan pembelajaran, sangat bergantung pada kemampuan guru mengelola didalam Proses Belajar Mengajar. Hal tersebut di atas penyebabnya dapat berasal dari siswa itu sendiri, guru, maupun sarana dan prasarana. Lebih lanajut guru hendaknya mampu memposisikan diri hanya sebagai fasilitator bagi siswa, sehingga siswa dapat terlibat penuh dalam proses pembelajaran.

Akutansi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang mendasari perkembangan teknologi maju yang memiliki peran penting dalam menyiapkan SDM yang handal dan bermutu untuk menghadapi era globalisasi yang penuh dengan kompetisi. Akutansi merupakan cabang ilmu ekonomi yang menjadi handalan dewasa ini. Di zaman globalisasi yang serba berhitung dan berbasis ekonomi elemen akutansi menjadi mata elemen yang sangat diminati oleh siswa utamanya kompetensi dasar yang diajarkan peneliti yaitu Pengantar Akutansi. Tidak hanya sekedar memahami menghafal, siswa juga perlu memiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu dengan menggunakan konsep dan prinsip yang telah dipahami. Pembelajaran akutansi dapat menjadi wahana bagi siswa mengembangkan dan menumbuhkan motivasi, inovasi, serta kreativitas sehingga siswa mampu menghadapi masa depan yang penuh tantangan melalui penguasaan ilmu ekonomi utamaya masalah perpajakan sehingga siswa akan mudah mendapatkan pekerjaan.

Gambaran diatas adalah gambaran ideal dari sebuah proses pendidikan yang diharapkan. Apabila kondisi yang diharapkan tersebut tidak didukung dengan pengetahuan dan pemahaman guru mengenai strategi, model, teknik pembelajaran maka prestasi belajar anak akan menjadi rendah.

Maka dari itu penulis mencoba menggunakan model Pembelajaran Problem Based Learning guna mengatasi permasalah diatas. Model pembelajaran Problem Based Learning adalah suatu model pembelajaran yang mengutamakan seberapa aktif peserta didik dalam selalu berpikir kritis dan selalu terampil ketika dihadapkan pada penyelesaian suatu permasalahan. Proses dari alur bagaimana peserta didik belajar ini tergantung dari seberapa kompleks permasalahan yang dihadapinya.. Sintak Problem Based Learning adalah (1) Jelaskan Orientasi Masalah; (2) Mengorganisasi Peserta Didik; (3) Memberi Bimbingan; (4) Mengembangkan Hasil Karya; dan (5) Melakukan Analisis dan Evaluasi.

Dalam menerapkan model pembelajaran ini diharapkan guru harus tahu kemampuan dari masing-masing siswa agar siswa yang pandai tidak cenderung mendominasi sehingga tidak menimbulkan sikap minder dan pasif dari siswa yang lemah. Guru juga harus pandai-pandai mengatur waktu yang dibutuhkan dalam pembelajaran Problem Based Learning  ini, sehingga tidak banyak waktu yang terbuang. Selain itu, guru patut mengawasi setiap kegiatan yang berlangsung agar tidak terjadi keributan ataupun hal-hal yang mampu mengganggu proses belajar

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *